Sunday, March 12, 2017

Implementasi Teori Behavioristik dalam Kegiatan Pembelajaran

Implementasi Teori Behavioristik dalam Kegiatan Pembelajaran -

Implementasi Teori Behavioristik dalam Kegiatan Pembelajaran - Aliran psikologi belajar yang sangat besar mempengaruhi arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori ini hingga sekarang masih merajai praktek pembelajaran di Indonesia. Hal ini tampak dengan jelas pada penyelenggaraan pembelajaran dari tingkat yang paling dini, seperti kelompok bermain, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, bahkan sampai Perguruan Tinggi, pembentukan perilaku dengan cara drill (pembiasaan) disertai dengan reinforcement atau hukuman masih sering dilakukan.

Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik siswa, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Gagasan-gagasan seperti yang telah dikemukakan oleh para pencetus aliran behaviorisme seperti Thorndike tentang perlunya bantuan guru untuk menciptakan prilaku siswa, perlunya keterampilan-keterampilan yang dilatihkan, dan disiplin mental menjadi dasar bagi pengembangan aliran behaviorisme di sekolah. Di samping itu, gagasan Guthrie tentang perlunya reinforcement dalam pembelajaran sampai saat ini diakui menjadi sebuah hal yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Lebih dari itu gagasan Skinner tentang perlunya pengaturan pembelajaran oleh guru, respons aktif dari siswa, adanya feedback setelah adanya respons dari pembelajar dan kebebasan siswa dalam mempelajari materi sesuai dengan ritme pembelajar menjadi dasar bagi pengembangan kurikulum di Indonesia.

Karena teori behavioristik memandang bahwa sebagai pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur, maka siswa atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat. Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat esensial dalam belajar, sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah. Demikian juga, ketaatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Siswa atau peserta didik adalah objek yang berperilaku sesuai dengan aturan, sehingga kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri siswa (Degeng, 2006).

Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”, yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis, atau tes. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat, sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar.

Evaluasi menekankan pada respon pasif, ketrampilan secara terpisah, dan biasanya menggunakan paper and pencil test. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Maksudnya bila siswa menjawab secara “benar” sesuai dengan keinginan guru, hal ini menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran, dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan siswa secara individual.

Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman.

Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah, sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid.

Demikian halnya dalam pembelajaran, pebelajar dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. Oleh karena itu, para pendidik mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pebelajar. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar pebelajar diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat tidak teramati kurang dijangkau dalam proses evaluasi.

Implikasi dari teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi pebelajar untuk berkreasi, bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Karena sistem pembelajaran tersebut bersifat otomatis-mekanis dalam menghubungkan stimulus dan respon sehingga terkesan seperti kinerja mesin atau robot. Akibatnya pebelajar kurang mampu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka.

Karena teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur, maka pebelajar atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat. Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat esensial dalam belajar, sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah. Demikian juga, ketaatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Pebelajar atau peserta didik adalah objek yang berperilaku sesuai dengan aturan, sehingga kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri pebelajar.

Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”, yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis, atau tes. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat, sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar.

Evaluasi menekankan pada respon pasif, ketrampilan secara terpisah, dan biasanya menggunakan paper and pencil test. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Maksudnya bila pebelajar menjawab secara “benar” sesuai dengan keinginan guru, hal ini menunjukkan bahwa pebelajar telah menyelesaikan tugas belajarnya.

Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran, dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan pebelajar secara individual.

Saturday, March 11, 2017

Konsep-konsep Teori Behavioristik dan Penjelasan

Konsep-konsep Teori Behavioristik dan Penjelasan

Konsep-konsep Teori Behavioristik dan Penjelasan - Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respons atau perilaku tertentu menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.

Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons (Slavin, 2000). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respons. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pembelajar, sedangkan respons berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respons tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respons, oleh karena itu, apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respons) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.

Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respons akan semakin kuat. Begitu pula bila respons dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respons juga semakin kuat.

Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik, meliputi: 

Reinforcement and Punishment; 
Primary and Secondary Reinforcement; 
Schedules of Reinforcement; 
Contingency Management; 
Stimulus Control in Operant Learning; 
The Elimination of Responses. 

Ciri dari teori belajar behaviorisme adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar, mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahl laku adalah hasil belajar

Friday, March 10, 2017

Aliran-aliran Teori Behavioristik

Aliran-aliran Teori Behavioristik

Aliran-aliran Teori Behavioristik - Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa belajar menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Belajar tidaknya seseorang bergantung kepada faktor-faktor kondisional yang diberikan oleh lingkungan. Beberapa teori yang termasuk kategori aliran behavioristik adalah koneksionisme, pembiasaan klasik (classical conditioning), pengkondisian kontiguitas (contigous conditioning), pembiasaan perilaku respons (operant conditioning).

1. Koneksionisme

Tokoh paling terkenal dari teori koneksionisme adalah Edward Lee Thorndike (1874-1949). Koneksionisme merupakan teori paling awal dari rumpun behaviorisme. Oleh karena itu, pendidikan dan pengajaran di Amerika serikat pada mulanya banyak di dominasi oleh pengaruh Thondike. Teori belajar Thondike disebut “connectionism”, karena belajar merupakan proses pembentukan koneksi-koneksi antara stimulus dan respons.

Thorndike mulai mempelajari pembelajaran dengan serangkaian eksperimen yang dilakukannya terhadap hewan. Hewan-hewan yang berada pada situasi yang bemasalah mencoba untuk mencapai tujuannya (misalnya: mendapatkan makanan, mencapai tempat yang dituju). Dari banyaknya respon yang mereka lakukan mereka memilih satu, menjalankannya dan menerima akibatnya. Makin sering mereka membuat respons terhadap suatu stimulus, makin kuat repons tersebut, menjadi terkoneksi dengan stimulus tersebut (Schunk, 2012). Koneksi-koneksi terbentuk secara mekanis melalui perulangan, persepsi dari pikiran sadar tidak diperlukan. Thorndike menyadari bahwa pembelajaran manusia lebih kompleks karena manusia terlibat dalam tipe-tipe pembelajaran lainnya yang memerlukan pengkoneksian ide-ide, analisis dan penalaran (Schunk, 2012).

Secara garis besar, teori koneksionisme Thorndike dapat dijelaskan dengan satu kesimpulan bahwa “belajar” dapat terjadi dengan dibentuknya hubungan, atau ikatan, atau asosiasi, atau koneksi netral yang kuat antara stimulus dan respons. Untuk dapat mencapai hubungan antara stimulus dan respons ini, perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat, serta melalui usaha-usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (errors) terlebih dahulu. Berdasarkan hal ini, Thorndike mengutarakan bila bentuk paling dasar dari belajar adalah trial and error learning atau selecting-connecting learning dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu (Roziqin, 2007).

Berkaitan dengan prinsip atau hukum dalam belajar, Thorndike mengemukakan tiga prinsip atau hukum. Pertama, law of readness, belajar akan berhasil apabila individu memiliki kesiapan untuk melakukan perbuatan tersebut. Kedua, law of exercise, belajar akan berhasil apabila banyak latihan, ulangan. Ketiga, law of effect, belajar akan bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang lebih baik (Sukmadinata, 2007).

2. Teori Pembiasaan Klasik (Classical Conditioning)

Teori pembiasaan klasik (classical conditioning) ini berkembang berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan oleh Ivan Pavlov (1849-1936). Seperti halnya dengan Thorndike, Pavlov dan Watson yang menjadi tokoh teori ini juga percaya bahwa belajar pada hewan memiliki prinsip yang sama dengan manusia. 

Belajar atau pembentukan perilaku perlu dibantu dengan kondisi tertentu (Sanjaya, 2006). Teori Pavlov berkembang dari percobaan laboratoris terhadap anjing. Dalam percobaan ini, anjing diberi stimulus bersyarat sehingga terjadi reaksi bersyarat pada anjing. Anjing tersebut diberi makanan dan diberi lampu. Pada saat diberi makanan dan lampu keluarkan respon anjing tersebut berupa keluamya air liur.Demikian juga jika dalam pemberikan makanan tersebut disertai dengan bel, air liur tersebut juga keluar. Pada saat bel atau lampu diberikan mendahului makanan, anjing tersebut juga mengeluarkan air liur. Makanan yang diberikan tersebut oleh Pavlov disebut sebagai perangsangan yang bersyarat, sementara bel atau lampu yang menyertai disebut sebagai perangsang bersyarat.

Terhadap perangsang tak bersyarat yang disertai dengan perangsang bersyarat tersebut, anjing memberikan respons berupa keluamya air liur. Selanjutnya, ketika perangsang bersyarat (bel, lampu) diberikan tanpa perangsang tak bersyarat anjing tersebut tetap memberikan respon dalam bentuk keluamya air liur. Oleh karena perangsang bersyarat (sebagai pengganti perangsang tak bersyarat : makanan) ini ternyata dapat menimbulakn respons, maka dapat berfungsi sebagai conditioned. Karena itu, teori Pavlov ini dikenal teori classical conditioning. Menurut Pavlov pengkondisian yang dilakukan pada anjing demikian ini, dapat juga berlaku pada manusia.

Pengkondisian klasik menurut Pavlov merupakan sebuah prosedur multilangkah yang pada mulanya membutuhkan sebuah stimulus yang tidak terkondisikan (UCS=Unconditioned Stimulus) yang menghasilkan sebuah respon yang tak terkondisikan (UCR= Unconditioned Respons). Pada penelitiannya, Pavlov sering menggunakan metronom yang berdetak sebagai stimulus netral. Metronom menjadi sebuah stimulus yang terkondisikan (CS) yang menghasilkan respon yang terkondisikan (CR) serupa dengan UCR aslinya. Pemberian CS (dalam hal ini tampa UCS) yang dilakukan berulangkali tampa ada penguatan membuat CR menurun intensitasnya dan kemudian hilang; sebuah fenomena yang dikenal dengan kepunahan (Schunk, 2012).

Pemulihan spontan (SR) terjadi setelah selang waktu dimana CS tidak diberikan dan CR dianggap menghilang. Jika kemudian CS diberikan dan Crnya kembali lagi, bisa kita katakan bahwa CR tersebut secara spontan dipulihkan dari kepunahan. Kenyataan bahwa pasangan CS-CR dapat diperbaiki tampa banyak kesulitan menunjukan bahwa kepunahan bukan merupakan pembatalan pembelajaran atas asosiasi-asosiasi tersebut (Radish dkk dalam Schunk, 2012). Pavlov yakin bahwa stimulus apa pun yang dirasakan dapat dikondisikan untuk respons apapun dapat dibuat. Namun dalam penelitian berikutnya menunjukan bahwa generalisasi untuk pengkondisian itu terbatas. Pengkondisian tergantung pada kesesuaian stimulus dan respons dengan reaksi-reaksi yang spesifik untuk tiap-tiap species (Hollis dalam Schunk, 2012).

3. Teori Pengkondisian Kontiguitas (Contigous Conditioning)

Tokoh lain yang mengemukakan sebuah perspektif behavioral untuk pembelajaran adalah Edwin R Guthrie. Guthrie memperluas penemuan Watson tentang belajar. Guthrie menyatakan bahwa prinsip-prinsip pembelajaran berdasarkan pada asosiasi-asosiasi dimana prilaku-prilaku pokok dalam pembelajaran adalah tindakan dan gerakan. Prinsip dasar Guthrie menyajikan gagasan kontiguitas stimulasi dan respons. Kombinasi dari stimulus-stimulus yang telah mencapai suatu gerakan, jika berulang akan cenderung diikuti oleh gerakan tersebut. Dengan kata lain, pola-pola stimulus yang aktif pada saat sebuah respons terjadi akan cenderung menghasilkan respons tersebut jika dimunculkan berulang-ulang (Schunk, 2012).

Teori Guthrie menyebutkan bahwa pembelajaran terjadi melalui pemasangan stimulus dan repons serta kekuatan asosiatif. Meskipun Guthrie tidak menyatakan bahwa orang mempelajari prilaku kompleks dengan melakukannya satu kali saja, namun satu atau lebih gerakan menjadi terasosiasikan. Perulangan dari sebuah situasi akan menambah gerakan, mengkombinasikan gerakan-gerakan menjadi tindakan dan membentuk tindakan dalam kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Lebih lanjut, menurut Guthrie, belajar memerlukan reward dan kedekatan antara stimulus dan respon. Guthrie yakin bahwa respons-respons tidak perlu di beri imbalan untuk dapat dipelajari. Mekanisme pokoknya adalah kontiguitas atau pemasangan yang tepat pada waktunya antara stimulus dan respons. Gutrie berpendapat, bahwa hukuman itu tidak baik dan tidak pula buruk. Efektif tidaknya hukuman tergantung pada apakah hukuman itu menyebabkan murid belajar ataukah tidak. Gutrie berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diubah tingkah laku jelek dapat diubah menjadi baik. Teori Gutrie berdasarkan atas model penggantian stimulus saut ke stimulus yang lain. Responsi atas suatu situasi cenderung di ulang manakala individu menghadapi situasi yang sama. Inilah yang disebut dengan asosiasi. Menurut Gutrie, setiap situasi belajar merupakan gabungan berbagai stimulus (dapat intemal dan dapat ekstemal) dan respon. Dalam situasi tertentu, banyak stimulus yang berasosiasi dengan banyak respon. Asosiasi tersebut, dapat benar dan dapat juga salah.Ada tiga metode pengubahan tingkah laku menurut teori ini, yaitu :

a) Metode respon bertentangan. Misalnya saja, jika anak jijik terhadap sesuatu, sebutlah misalkan saja boneka, maka permainan anak yang disukai tersebut diletakkan di dekat boneka. Dengan meletakkan permainan di dekat boneka, dan ternyata boneka tersebut sebenamya tidak menjijikkan, lambat laun anak tersebut tidak jijik lagi kepada boneka. Peletakan permainan yang paling disukai tersebut dapat dilakukan secara berulang-ulang.

b) Metode membosankan. Misalnya saja anak kecil suka mengisap rokok. Ia disuruh merokok terus sampai bosan ; dan setelah bosan, ia akan berhenti merokok dengan sendirinya.

c) Metode mengubah lingkungan. Jika anak bosan belajar, maka lingkungan belajarnya dapat diubah-ubah sehingga ada suasana lain dan memungkinkan ia betah belajar.

4. Teori pembiasaan perilaku respons (operant conditioning)

Teori Behavioral lain yang terkenal adalah teori pengkondisian operan yang dirumuskan oleh B.F Skinner pada awal 1930-an. Skinner mengemukakan ada 2 jenis pembelajaran, yakni pertama bahwa prilaku reponden dihasilkan oleh stimuli spesifik dan yang kedua bahwa tidak ada stimulus tertentu yang bisa dipastikan secara konsisten akan menghasilkan respons operan (Hill, 2012).

Seperti halnya Thondike, Skinner menganggap “reward” atau “reinforcement” sebagai faktor terpenting dalam proses belajar. Skinner berpendapat, bahwa tujuan psikologi adalah meramal dan mengontrol tingkah laku. Skinner membagi dua jenis respon dalam proses belajar, yakni: Respondens (respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlov) dan Operants (respon yang terjadi karena situasi random).

Skinner membuat eksperimen sebagai berikut: dalam laboratorium, Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut “Skinner box”, yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan, yaitu tombol, alat memberi makanan, penampung makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya, dan lantai yang dapat dialiri listrik. Karena dorongan lapar (hunger drive), tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Selama tikus bergerak kesana-kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan tombol, makanan keluar. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus, proses ini disebut shaping. Berdasarkan berbagai percobaannya pada tikus dan burung merpati, Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan (reinforcement). Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulu-respon akan semakin kuat bila diberi penguatan.

Wednesday, March 8, 2017

Tokoh Pengembang Teori Behavioristik

Tokoh Pengembang Teori Behavioristik

Tokoh Pengembang Teori Behavioristik - Menurut Marhaeni (2013: 21-24) ada beberapa tokoh yang mengembangkan teori behavioristik yaitu :

1. Teori Behavioristik Watson

Menurut Watson, belajar merpakan proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diukur. Dengan kata lain, meskipun Watson mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun Watson menganggap hal-hal tersebut sebagai faktor yang tidak perlu diperhitungkan. Watson tetap mengakui bahwa perubahan-perubahan mental dalam bentuk benak siswa itu penting, namun semua itu tidak dapat menjelaskan apakah seseorang telah belajar atau belum karena tidak dapat diamati.

2. Teori Behavioristik Thorndike

Menurut thorndike, belajar merupakan proses interaksi antara stimulus dan respon. Perubahan tingkah laku merupakan akibat dari kegiatan belajar yang berwujud konkrit yaitu dapat diamati atau berwujud tidak konkrit yaitu tidak dapat diamati. Teori ini juga disebut sebagai aliran koneksionisme (connectinism).

3. Teori Behavioristik Clark Hull

Clark Hull juga menggunakan variabel hubangan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian tentang belajar. Namun ia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Baginya, seperti teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Oleh sebab itu, teori ini mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh bagian manusia, sehingga stimulus dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya

4. Teori Behavioristik Edwin Guthrie

Demikian juga Edwin, Edwin juga menggunakan variabel stimulus dan respon. Namun Edwin mengemukakan bahwa stimulus tidak harus berhubungan dengan kebutuhan atau pemuasan biologis sebagaimana Clark Hull. Edwin juga mengemukakan, agar respon yang muncul sifatnya lebih kuat dan bahkan menetap, maka diperlukan berbagai macam stimulus yang berhubungan dengan respon tersebut.

5. Teori Behavioristik  Skinner 

Konsep-konsep yang dikemukakan oleh Skinner tentang belajar mampu mengungguli konsep-konsep lain yang dikemukakan oleh para tokoh sebelumnya. Skinner mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun dapat menunjukkan konsepnya tentang belajar secara lebih komprehensif. Menurutnya, hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dalam lingkungannya, yang kemudian akan menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang digambarkan oleh para tokoh sebelumnya.

Sunday, January 22, 2017

Besok, FPI akan Demo Membawa Masa 2000 Kawal Rizieq di Polda Metro Jaya

Besok, FPI akan Demo Membawa Masa 2000 Kawal Rizieq di Polda Metro Jaya
Massa FPI siap kawal pemeriksaan Rizieq Shihab dalam pemeriksaan saksi kasus logo palu arit via liputan6.com
Besok, FPI akan Demo Membawa Masa 2000 Kawal Rizieq di Polda Metro Jaya - Jakarata, Berkitan dengan pemeriksaan Rizieq Shihab besok, senin (23/01/2017) di Polda Metro Jaya sebagai saksi atas laporan gambar palu arit di lembaran uang baru dari Bank Indonesia, Pihak FPI akan melakukan ujuk rasa dengan membawa masa 2.000-an pasukan

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan dirinya mendapatkan surat pemberitahuan dari pihak Ormas Fort Pembela Islam (FPI)

"Sudah ada pemberitahuannya ke Polda Metro Jaya, jumlah massa FPI 2.000-an," kata Argo saat dihubungi di Jakarta, Minggu (22/1/2017) seperti ditulis liputan6.com

Besok (senin, 23/01/2017) FPI akan berdemo mulai pukul 08.00 WIB. Massa FPI akan lebih dahulu berkumpul di depan Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Setelah berkumpul, massa FPI akan melakukan unjuk rasa Long March dari tempat itu menuju Polda Metro Jaya

"Titik konsentrasi massa di depan Markas Polda Metro Jaya, karena Rizieq akan diperiksa hari Senin," ucap Argo

Untuk mengamankan jalannya unjuk rasa, Pihak kepolisian siap mengawal jalannya unjuk rasa sampai selesai. Selain itu, pihak kepolisian juga menghimbau agar  dalam aksi dilarang melakukan tindakan anarkis dan membawa barang – barang yang dilarang

"Kami mengimbau kepada massa untuk tidak anarkis, patuhi peraturan perundang-undangan yang ada," tandas argo seperti dilangsir oleh liputan6.com

Sunday, January 8, 2017

DKI Jakarta Sediakan Bus Wisata Gratis untuk Penyandang Disabilitas dan Lansia

DKI Jakarta Sediakan Bus Wisata Gratis untuk Penyandang Disabilitasdan Lansia
Jakarta siapkan bus gratis untuk penyandang disabilitas dan lansia via liputan6.com
DKI Jakarta Sediakan Bus Wisata Gratis untuk Penyandang Disabilitas - Jakarta, Gubernur Pelaksana Tugas (PLT) DKI Jakarta, Sumarsono mengaku bahwa pihak DKI Jakarta tengah menyiapkan bus khusus untuk penyandang Disabilitas dan orang lanjut usia (Lansia). Bus wisata ini  akan disediakan dan bisa digunakan secara gratis

"Masyarakat disabilitas di Jakarta enggak usah khawatir, mau rekreasi dengan bus, gratis, saya siapkan," ujar Sumarsono di kawasan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Sabtu (7/1/2017) seperti di tulis liputan6.com

Jika ada penderita warga disabilitas dan lanjut usia ingin rekreasi, cukup dengan telfon maka ke esokan harinya bus akan menjemputnya. Pihak DKI Jakarta akan menyiapkan bus berukuran besar dan kecil untuk mengantar warga disabilitas dan lansia

Plt Jakarta, Sudarmono mengaku kesal karena trotoar jalan raya digunakan untuk parkir liar dan berdagang oleh para PKL liar

"Sekali telepon hari ini, besok langsung dijemput. Mau bus kecil juga siap, dokter juga kami siapkan. Trotoar lebar kami siapkan, walau pun saya jengkel trotoar dipakai PKL dan parkir liar," ucap Sudarmono

Sudarmono juga menyatakan bahwa mulai sekarang, Jakarta patut disebut kota yang ramah terhadap warga disabilitas dan juga para lansia

"Untuk semua disabilitas, sekarang bisa mengatakan Jakarta kota yang ramah anak dan kaum disabilitas. Saya dukung penuh acara ini demi kepedulian sosial," Sumarsono menerangkan, seperti dilangsir dari liputan6.com

2 Pelajar Banyumas Meninggal Tersambar Petir saat Hujan Deras Mengguyur

2 Pelajar Banyumas Meninggal Tersambar Petir saat Hujan Deras Mengguyur
Hujan deras disertai petir mengguyur Banyumas
2 Pelajar Banyumas Meninggal Tersambar Petir saat Hujan Deras Mengguyur - Banyumas, Hujan deras disertai sambaran petir mengguyur Kabupaten Banyumas pada hari sabtu sore (07/01/2017). Dua pelajar yang sedang berboncengan melewati daerah Desa Selandaka, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas meninggal setelah tersambar petir

Kedua korban meninggal karena tersambar petir ketika berboncengan sepeda motor adalah siswa Kelas 2 SMA Muhamadiyah Sumpiuh. Korban diketahui bernama Kris Junianto (17) dan Febru Nugroho (17). Kris Junianto adalah warga Desa Plangkapan kecamatan Tambak sementara Febru Nugroho (17) adalah warga Desa Selanegara Kecamatan Sumpiuh

Kejadian tersebut menurut saksi mata kejadian Barsono (55), bahwa kejadian itu terjadi sekitar pukul 17.10 WIB saat hujan lebat disertai petir mengguyur

"Dia melihat ada 2 orang menggunakan sepeda motor dengan nopol R 4392 WF yang sedang berboncengan tiba-tiba terjatuh saat ada petir menyambar di perempatan jalan persawahan," Ungkap Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC-BPBD) Banyumas Kusworo seperti ditulis detikcom

Melihat kejadian tersebut, Barsono langsung menghubungi Muhtarom (43), warga Desa Selandaka RT 08 RW 01, dan segera menghubungi pihak pemerintahan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas

Kemudian korban segera dilarikan ke Puskesmas 1 Kecamatan Sumpiuh untuk menjalani visum. Korban meninggal dunia ditempat kejadian. Korban saat ini sudah di ambil oleh pihak keluarga korban

"Korban langsung dibawa ke Puskesmas 1 Sumpiuh untuk divisum. Dari hasil visum didapatkan keterangan jika korban murni meninggal dunia di tempat karena tersambar petir," sambung Kusworo

Kemenkominfo Blokir 800.000 situs Pornografi dan Berita Hoax

Kemenkominfo Blokir 800.000 situs Pornografi dan Berita Hoax
800 ribu situs berisi konten negative di blokir Kemenkominfo via tabloidpodium.com
Kemenkominfo Blokir 800.000 situs Pornografi dan Berita Hoax - Jakarta, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Samuel Abrijani menyatakan bahwa pihak Kemenkominfo telah melakukan pemblokiran terhadap sekitar 800.000 situs yang di anggap meresahkan masyarakat.

Diantara situs yang di blokir Kemenkominfo itu, 90 persen adalah situs dengan konten pornografi, sementara hanya beberapa situs penyebar berita bohong (hoax) yang bisa di blokir pihak Kemenkominfo

Untuk pemblokiran situs - situs tersebut, kali ini pihak Kemenkominfo tak lagi memberikan peringatan kepada operator situs, pasalnya penyebaran internet yang sangat cepat sehingga situs negative harus segera di basmi

"Sebagian besar (situs yang ditutup), 90 persen pornografi. Kalau hoax ada beberapa. Bisa akses di trustpositif.kominfo.go.id," tutur Samuel di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/1/2017) seperti ditulis oleh detikcom

Untuk situs - situs yang dilaporkan oleh masyarakat, pihak Kemenkominfo akan melakukan analisa  terlebih dahulu terhadap isi situs yang dilaporkan. Jika membutuhkan perundingan lebih dalam, maka pihak Kemenkominfo akan mengundang stakeholder yang dimaksud

"Jadi enggak bisa kerja sendiri juga Kominfo. Misalnya ini urusan terorisme, ya kita ke BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). (Kalau) cyber crime, kita diskusi ke polisi," terang dia kepada detikcom

Ahok Dilaporkan Ke Polisi oleh Novel FPI Gara - Gara Fitsa Hats

Ahok Dilaporkan Ke Polisi oleh Noval FPI Gara - Gara Fitsa Huts
Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin via liputan6.com
Ahok Dilaporkan Ke Polisi oleh Novel FPI Gara - Gara Fitsa Huts - Jakarta, Sekjen DPD FPI DKI Jakarta Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin melaporkan ahok atas tindakan yang di anggapnya memfitnah dirinya pada tanggal 5 januari 2017. Ahok diduga memfitnah Novel dengan sengaja memplesetkan kata - kata Fitsa Huts

Laporan dengan nomor LP/55/I/2017/PMJ/Dit, diterima oleh pohak kepolisian pada tanggal 5 januari 2017 lalu. Novel datang ke kepolisian dengan di dampingi oleh tim Advokat Cinta Tanah Air (ACTA)

"Itu urusan pribadi saya, riwayat saya enggak boleh diikut campurin, ada apa dikomentarin? Seharusnya konteksnya, Ahok mengomentari isi dari apa yang saya sangkakan itu," ujar Novel di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (5/1/2017) seperti ditulis oleh liputan6.com

Novel mengaku baha dirinya mendapatkan salinan dari JPU (Jaksa Penuntut Umum) pada tengah malam, tepatnya adalah Senin 2 Januari 2017 sekitar pukul 23.00 WIB. Tanpa pikir panjang, Novel langsung mencetak salinan tersebut tanpa membaca dan mengoreksi tulisannya lebih adahulu

Novel tidak menyadari bahwa ada kesalahan penulisan pada kolom riwayat kerjanya. Dalam kolom tersebut, tertulis kata "Fitsa Huts" sebagai riayat kerja Novel

Novel menilai bahwa kesalahan tersebut bukan pada dirinya, karena dirinya hanya menjawab pertanyaan lisan saja. Pihak kepolisian yang mengetik

"Yang memang kebenaran yang ketik ini AKBP Tarmadi, dia ini kan sudah mendekati masa pensiun yang enggak paham tulisan Pizza Hut itu bagaimana, pokoknya bunyinya begitu," ucap Novel seperti ditulis liputan6.com

Ketidak jelian Novel dalam penulisan riwayat kerjanya menjadi bumerang. Ahok usai persidangan menuding bahwa Novel malu karena pernah bekerja pada sebuah perusahaan waralaba asal Amerika Serikat

Dalam laporannya, Novel membaakan beberapa barang bukti, antara lain : rekaman yang ada kata 'Ada satu saksi yang namanya Habib Novel yang merasa malu bekerja di Pizza Hut milik Amerika Serikat sehingga sengaja mengubah kata Pizza Hut menjadi 'Fitza Hats', dan juga beberapa foto kopi berita di beberapa media online

Widodo, Ketua Ranting PDIP Dikeroyok 10 Orang yang Diduga Anggota FPI

Widodo, Ketua Ranting PDIP Dikeroyok 10 Orang yang Diduga Anggota FPI
Widodo, korban pengeroyokan via merdeka.com
Widodo, Ketua Ranting PDIP Dikeroyok 10 Orang yang Diduga Anggota FPI - Jakarta, Ketua Ranting PDIP Jelambar, Jakarta Barat, Widodo (32) pulang pukul 22.00 WIB dengan babak belur. Dirinya yang habis mengantar kampanye calon Wakil Bupati Jakarta, Djarot Saiful Hidayat dikeroyok 10 orang yang diduga anggota FPI

Kejadian pengeroyokan yang membuat Widodo bapak belur terjadi pada jum'at malam sekitar pukul 22.00 WIB. Pengeroyokan terjadi setelah Widodo pulang dari ngantar kampanye Djarot Saiful Hidayat

Peristiwa pengeroyokan di duga karena Widodo ketika Djarot blusukan untuk kampanye ada orang yang ngomong 'Haram', kemudian Widodo menimpali 'tidak haram'

"Saya pas ngawal Pak Djarot itu pulang dari ngegojek ngawal. Tiba-tiba ormas FPI teriak haram. Saya sempat timpali bilang tidak haram," tutur Widodo yang masih terbaring di Rumah Sakit (RS) Royal Taruma, Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (7/1/2017) sepert dilangsir oleh liputan6.com

Sepulang mengawal kampanye Wakil Bupati Jakarta nomor urut dua itu, Widodo sempat mampir ke warung untuk menikmati segelas kopi sambil telfonan sama temannya

"Saya pulang sekitar pukul 10.15 WIB (malam/red). Saya lagi nelpon di warung kopi. Tiba-tiba disamperin sekelompok orang," Widodo menjelaskan

Pembicaraan dengan sejumlah orang mulai memanas dan terjadi adu mulut antara Widodo dengan mereka. Pembahasan dalam obrolan tersebut adalah tentang haram memilih calon pemimpin nonmuslim, namun Widodo tetep kukuh bahwa hal itu tidak haram

Ketika adu mulut sudah memanas, maka perkelahianpun tak terelakan lagi. Disamping itu, karena ada orang yang ngompor - ngompori "hajar aja, hajar aja". 10 orang yang di duga anggota FPI itupun dengan mudah bisa merobohkan Widodo yang hanya seorang. Lebih parahnya, ada yang melarang perkelahian untuk di lerai, agar Widodo semakin babak belur

"Kita bicara tegang. Saya tanya apanya yang haram? Yang haram nggak ada kan? Eh ada temennya datang bilang 'hajar aja hajar'," ungkap Widodo seperti ditulis liputan6.com

Dalam pengeroyokan, Widodo sampai matanya mengeluarkan darah dan tak bisa melihat dengan jelas para pengeroyok yang sedang menghajarnya itu. Warga yang melihat kejadian itu pun tak melerai insiden pengeroyokan tersebut

"Enggak ada yang nolongin. Enggak ada yang berani nolong. Mata udah burem aja. Tetangga saya aja langsung buang muka," Widodo menandaskan

Meski babak belur, namun karena lokasi pengeroyokan yang tidak terlalu jauh, Widodo pulang sendiri dengan sempoyongan kerumah. Jarak tempat pengeroyokan dengan rumah Widodo sekitar 200 meter

Saturday, January 7, 2017

Ini Dia Foto Pelaku Penembakan Brutal Di Bandara Florida

Ini Dia Foto Pelaku Penembakan Brutal Di Bandara Florida, Esteban Santiago via liputan6.com
Ini Dia Foto Pelaku Penembakan Brutal Di Bandara Florida - Pada hari Kamis, 05 Januari 2017 terjadi sebuah insiden penembakan brutal yang terjadi di bandara Fort Lauderdale-Hollywood, Negara Bagian Florida. Penembakan brutal tersebut menewaskan lima orang, delapan luka tembak, dan puluhan orang lain menderita luka dan trauma

Pelaku penembakan diketahui bernama Esteban Santiago. Santiago adalah seorang veteran perang di Irak

Santiago turun di bandara Florida pukul 13.00 waktu setempat dengan menaiki pesawat dari Alaska, Amerika Serikat. Kemudian dirinya mengambil pistol berukuran 9mm dan menembakan secara brutal kepada setiap orang yang ada di bandara

Peristiwa penembakan brutal yang dilakukan Esteban Santiago terjadi di tempat pengambilan bagasi di terminal 2 bandara

Motif pelaku penembakan masih belum diketahui pasti sampai berita ini diturunkan, namun pihak FBI memungkinkan adanya tindak terorisme. Saat ini Santiago masih menjalani pemeriksaan secara intensif

Foto - Foto Esteban Santiago

Ini Dia Foto Pelaku Penembakan Brutal Di Bandara Florida
Foto Esteban Santiago saat berada di london via liputan6.com

Ini Dia Foto Pelaku Penembakan Brutal Di Bandara Florida
Esteban Santiago via liputan6.com
Ini Dia Foto Pelaku Penembakan Brutal Di Bandara Florida
Salah satu korban penembakan yang dilakukan oleh Esteban Santiago via liputan6.com

Rossi Dan Marquez akan Balapan di Jakabaring Palembang Tahun 2018

Valentino Rossi beradu balap dengan Marquz via tribunnews.com
Rossi Dan Marquez akan Balapan di Jakabaring Palembang Tahun 2018 - Tahun 2018, pembalap MotorGP Valentino Rossi dan Marc Marques dipastikan akan beradu skill kecepatan dalam berkendara motornya. Kepastian ini di ungkapkan langsung oleh Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jeffery JP di sela - sela acara pelantikan pengurus Provinsi IMI di bengkulu pada hari jua'at (07/01/2017)

Jika tidak ada halangan, maka tanggal 27 dan 28 januari tahun ini akan dilakukan take over tender pembangunan sirkuit Jakabaring yang menghabiskan dana sejumlah 500 miliar rupiah. Master plan akan di serahkan kepada Herman Tilke yang sudah mumpuni pengalamannya dalam membangun sebuah sirkuit. Pemilihan Herman Tilke di rekomendasikan oleh Federasi Internasional Mottospot (FIM)

Jeffery menyampaikan bahwa persiapan administrasi dan izin legalitas sedang di lengkapi guna pembangunan sirkuit yang menelan dana fantastis itu. Untuk pembangaunan sirkuit ini, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan  telah menyiapkan lahan seluas 150 hektar. Pembangun sirkuit akan dilaksanakan di kawasan stadion Jakabaring, Palembang dengan kualifikasi grade sirkuit A dan B

Penempatan Palembang sebagai Kota penyelenggara MotoGP 2018 dilakukan saat Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan Gubernur se-Indonesia. Pada pertemuan tersebut, Presiden menanyakan kota mana yang siap sebagai penyelenggara MotoGP, kemudian Gubernur Provinsi Sumatra Selatan Alex Noordin langsung angkat tangan dan langsung disetujui

Pembangunan sirkut Jakabaring tersebut tak hanya akan digunakan sebagai tuan rumah perhelatan balapan motor terakbar di dunia, MotoGP, namun sirkuit ini juga disiapkan untuk perhelatan lomba balap Formula 1

Awal tahun hingga pertengahan tahun 2017 merupakan tahap perampungan master plan yang digarap oleh Desain Engginering Detail (DAD)

Pelaksanaan pembangunana sirkuit akan dilaksanakan pada ahir tahun 2017 dibawah pengawasan yang super ketat dari FIM dan FIA. FIM dan FIA adalah pemegang otoritas dalam penyelenggaraan perhelatan MotoGP dan Formula 1

Seri MotoGP yang dilaksanakan ahir tahun ini adalah jadwal yang sudah ditetapkan FIM. FIM menjadwalkan bahwa di awal tahun 2018, pelaksanaan MotoGP akan dilaksanakan di benua Eropa, kemudian pada ahir tahun 2018, perhelatan MotoGP akan dilaksanakan di benua Asia, yaitu di Jepang, Malaysia, Indonesia, dan Australia

Motif Di Balik Tindakan Penembakan Masal Bandara Florida Masih Belum Diketahui

Motif Di Balik Tindakan Penembakan Masal Bandara Florida Masih Belum Diketahui
Sumber : Routers
Motif Di Balik Tindakan Penembakan Masal Bandara Florida Masih Belum Diketahui - Insiden penembakan yang terjadi di Fort Lauderdale-Hollywood di negara bagian Florida masih diselidiki oleh pihak kepolisian Amerika. Sampai berita ini diturunkan (07/01/2016), masih belum diketahui motif penembakan tersebut. Penembakan di bandara Florida ini menewaskan 5 orang, 8 korban luka tembak dan puluhan lainnya

Pihak kepolisian telah menahan Esteban Santiago terkait penembakan di bandara Florida. Esteban Santiago adalah veteran perang Irak, dan sampai saat ini masih di interogasi secara intensif

Pihak FBI tak mengenyapingkan bahwa terorisme adalah kemungkinan alasan dibelakang kejadian penembakan brutal di Fort Lauderdale-Hollywood

"Kami akan mengejar semua sudut untuk mencoba memastikan motif di balik serangan ini," ujar George Piro, agen khusus yang mengepalai kantor FBI di Miami, seperti dilansir kantor berita Reuters pada sabtu (07/01/2017)

Kedatangan Esteban Santiago di Bandara

Esteban Santiago sampai di bandara Fort Lauderdale-Hollywood negara bagian Florida pada pukul 13.00 pada jari juma'at (06/01/2017) waktu setempat. Santiago turun dengan pesawat penerbangan Alaska, Amerika Serikat

Pihak bandara menyatakan bahwa Santiago mengambil sebuah pistol berukuran 9mm dari bagasinya dan langsung menembak ke segala arah dengan membabi buta

Dalam kejadian penembakan tersebut, 5 orang tewas, 8 orang mengalami luka tembakan dan puluhan orang menderita luka, patah tulang, dan trauma